Jumat, 02 Desember 2011

Penyakit Dekompresi (decompression illness)

Penyakit Dekompresi Menjadi Momok Menakutkan Bagi Penyelam
(http://www.bubblemakerscuba.com/documents/artikel_dekompresi_100.html)

Penyakit Dekompresi adalah suatu keadaan yang paling harus dihindari oleh setiap penyelam. Secara sederhana dekompresi dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan medis dimana akumulasi nitrogen yang terlarut setelah menyelam membentuk gelembung udara yang menyumbat aliran darah serta system syaraf. Akibat dari kondisi tersebut maka timbul gejala yang mirip sekali dengan stroke, dimana akan timbul gejala-gejala seperti mati rasa (numbness), paralysis (kelumpuhan), bahkan kehilangan kesadaran yang bisa menyebabkan meninggal dunia.

Saat kita menyelam, akibat terjadinya peningkatan tekanan, maka udara yang kita hirup lebih banyak dari biasanya. Seperti kita ketahui bahwa udara yang kita hirup saat menyelam adalah mayoritas Oksigen dan Nitrogen. Peningkatan oksigen yang dihirup akan berdampak positif bagi metabolisme tubuh, namun gas nitrogen tidak digunakan oleh tubuh kita. Maka akibatnya, gas Nitrogen akan terakumulasi didalam tubuh penyelam proporsi dengan durasi menyelam dan kedalaman penyelaman. Dengan kata lain, semakin dalam kita menyelam, semakin lama kita menyelam, maka akumulasi nitrogen di dalam tubuh penyelam akan semakin banyak.

Tubuh manusia adalah obat yang paling manjur bagi dirinya sendiri, tubuh kita memiliki kemampuan menetralisir zat beracun dengan sendirinya. Begitu pula saat tubuh kita mengalami kelebihan nitrogen dalam jumlah yang wajar, tubuh kita bisa me-netralisir dengan sendirinya dalam waktu yang relatif singkat melalui proses respirasi (pernafasan). Sepanjang kita tidak menyelam terlalu lama dan tidak terlalu dalam, serta naik perlahan-lahan sehabis menyelam, maka nitrogen tersebut bukan menjadi masalah.

Masalah terjadi, bila kita naik dengan cepat dari kedalaman tertentu ke permukaan air. Hal ini akan sama kondisinya dengan botol bir yang kita kocok lalu kita buka tutupnya. Nitrogen yang sudah ter-akumulasi didalam cairan tubuh penyelam akan dilepas dalam bentuk gelembung udara (buih) akibat dari penurunan tekanan secara drastis. Buih-buih inilah yang akan menyumbat aliran darah maupun sistem syaraf tubuh manusia. Akibatnya bisa sangat fatal, mirip dengan stroke.


decompression chamberHukum Fisika yang paling mendasari teori dekompresi adalah Hukum Henry, dimana hukum tersebut menyebutkan bahwa pada sebuah bejana yang berisi air dan udara, bila tekanan udara ditingkatkan maka akan terjadi pelarutan udara kedalam zat cair tersebut proporsi seiring dengan peningkatan tekanan udara. Saat tekanan dalam bejana tersebut sudah cukup tinggi, apabila tekanan udara dikurangi secara perlahan-lahan, maka gas yang terlarut akan dibebaskan secara perlahan kembali ke udara tanpa membentuk gelembung udara. Lain halnya bila tekanan tersebut dikurangi secara cepat, maka udara yang terlarut didalam zat cair akan dibebaskan secara cepat pula, dan membentuk gelembung udara seperti air mendidih.



Teori lainnya yang mendukung teori dekompresi adalah Hukum Boyle, yang menyebutkan bahwa semakin tinggi tekanan udara, maka kepadatan molekul udara akan semakin padat pada volume yang sama. Contoh, jika dipermukaan air kita ada sebuah balon yang berukuran 1 Liter berisi satu juta molekul gas, maka pada kedalaman 30 meter, 1 Liter balon gas tersebut akan akan berisi 4 juta molekul gas. Hal ini berarti bahwa semakin dalam kita menyelam maka kita menghirup lebih banyak molekul gas ketimbang saat kita tidak menyelam.

Gejala-gejala dekompresi dibagi menjadi 2 jenis, yaitu tipe pain-only yang relatif lebih ringan biasanya menimbulkan rasa sakit di persendian, sakit kepala, gatal-gatal di kulit. Dekompresi yang lebih parah biasanya terjadi jika kita melanggar berat aturan durasi dan kedalaman menyelam atau naik ke permukaan dengan cepat. Dekompresi type 2 ini gejalanya bisa lebih serius meliputi kelumpuhan, kehilangan kesadaran (pingsan), mati rasa, bahkan kematian.

Mengkonsumsi alkohol, keletihan, faktor obesitas, usia, dll. dapat juga meningkatkan resiko dekompresi, namun selama aturan penyelaman pokok yang meliputi naik perlahan-lahan, batas-batas kedalaman, dan batas durasi penyelaman tidak kita langgar, maka kecil sekali kemungkinan menderita dekompresi type 2.

Gejala-gejala Dekompresi biasanya timbul sesaat setelah menyelam atau tertunda sampai maksimal 48 jam. Gejala dekompresi tidak mungkin terjadi setelah melewati 48 jam setelah diving atau setelah naik pesawat, karena dalam waktu sekian lama tubuh sudah menetralisir akumulasi nitrogen akibat menyelam. Dekompresi bukan penyakit menular, dekompresi bukan penyakit menahun, dan teori ini tidak akan pernah berubah.

Nitrogen didalam tubuh kita sehabis menyelam secara umum akan dinetralisir secara sempurna dalam waktu 12 - 24 jam tergantung profil menyelam kita. Bila didalam tubuh kita masih ada akumulasi nitrogen, lalu kita naik pesawat terbang, maka dekompresi masih bisa terjadi akibat perbedaan tekanan udara di permukaan laut dan di ketinggian jelajah pesawat terbang. Oleh sebab itu tunggulah sedikitnya 18 jam sehabis menyelam sebelum naik pesawat terbang.

Pada penyelaman normal, secara umum akumulasi nitrogen sudah dinetralisir secara sempurna dalam waktu kurang dari 24 jam sehabis menyelam. Keadaan tertentu mungkin membutuhkan waktu sampai 48 jam. Jika anda sudah naik pesawat setelah menyelam dan tidak mengalami apa-apa, berarti tubuh anda sudah bebas nitrogen. Anda tidak mungkin mengalami dekompresi lebih dari 48 jam setelah anda turun dari pesawat setelah trip menyelam. Perlu diketahui bahwa, banyak sekali kondisi medis lain yang mirip dengan gejala dekompresi, gunakan logika dalam meng-identifikasi kelainan medis, jika perlu berkonsultasilah dengan ahli medis.



Dekompresi dapat dihindari dengan selalu menaati standard prosedur yang tertuang pada Recreational Dive Planner (RDP) atau dive computer, anda akan mempelajari hal tersebut pada training selam anda. Naik ke permukaan secara perlahan-lahan sehabis menyelam dengan kecepatan 18 meter dalam 1 menit. Semua bahaya Scuba diving dapat dihindari hanya dengan hal yang sangat mudah.

Jika dekompresi tidak dapat dihindari dan terjadi pada penyelam, berilah oksigen murni (100%) pada penyelam yang menunjukan gejala dekompresi sehabis menyelam, hubungi Rumah Sakit yang memiliki fasilitas Hyperbarik (Recompression Chamber). Segera evakuasi korban ke fasilitas hyperbarik terdekat. Gejala-gejala Dekompresi tidak akan membaik sampai si korban mendapatkan terapi hiperbarik.

Didalam Recompression chamber (Hyperbarik), si pasien akan dimasukan kedalam tabung besar, dimana tekanan udara akan ditingkatkan kembali seperti sewaktu kita menyelam. Dengan demikian buih-buih nitrogen yang menyumbat didalam aliran darah akan kembali melarut didalam darah, dan di netralisir secara alamiah oleh tubuh melalui proses pernafasan.




Sumber: http://www.bubblemakerscuba.com/documents/artikel_dekompresi_100.html

Rabu, 20 Juli 2011

Dive Computer - don't go dive without it (2)


Suunto D9tx - Bubblemakerscuba.comData hasil perhitungan yang dapat terlihat langsung saat di dalam air seperti:
- temperatur air, bila temperatur berubah-ubah maka tampilan nilai temperatur juga berubah otomatis
- kecepatan naik/turun, bila terlalu cepat akan muncul grafik yang menandakan terlalu cepat. Pada beberapa jenis divecomp, peringatannya juga diiringi dengan bunyi 'tiit...tiiit' yang cepat bila batas kecepatan itu dilanggar.
- berapa lama waktu saat menyelam (bottom time), biasanya ditampilkan dalam satuan menit
- sisa udara di tangki, pada divecomp yang dilengkapi dengan transmitter penyelam dapat memonitor sisa udara dalam tangki yang datanya dikirim transmitter yang menempel di first-stage tangki.
- arah yang dituju penyelam, bila divecompnya ada fasilitas kompas
- tercapainya batas kedalaman yang direncanakan, divecomp akan berbunyi saat batas kedalaman tercapai
- dan yang paling penting adalah berapa lama seorang penyelam boleh berada di kedalaman tertentu, di sini divecomp menghitung berdasarkan algoritma matematika yang cukup rumit sesuai dengan teori dekompresi penyelaman
- dimulainya hitung mundur (countdown) saat safety-stop

Apabila penyelaman telah selesai dan penyelam keluar dari air, maka divecomp melakukan proses perhitungan berikutnya berdasarkan waktu saat keluar dari air tadi, seperti:
- pencatatan waktu selesai menyelam
- kapan penyelam boleh terbang (no-fly-time)
- mulainya perhitungan waktu surface-interval

Semakin canggih divecomp tentu fasilitas yang ada akan lebih banyak. Namun paling tidak hal-hal di atas adalah fitur standar yang penting dari divecomp.

Setiap penyelam rekreasi yang sudah memiliki sertifikat tentu tahu bahayanya menyelam dekompresi, maka itu tentu tahu arti penting dari divecomp ini. Untuk menjaga nyawa kita yang cuma satu ini, tentu tidak boleh menghitung dengan menduga-duga, perlu instrumen khusus yang dirancang untuk hal tersebut. Pada umumnya ini sering diabaikan oleh penyelam tanpa sertifikat.. :-(


Beli Divecomp  Online - Dive Computer - don't go dive without it (1)

Jumat, 01 Juli 2011

Dive Computer - don't go dive without it (1)

Apa itu Divecomp? Sebetulnya nama panjangnya Dive Computer, cuma biar gampang disingkat jadi divecomp, atau diterjemahkan secara kasar jadi komputer-selam. Tapi jangan sekali-kali membayangkan bentuknya seperti laptop atau tab :-). Sekarang ini bisa dibilang hampir semua bentuknya seperti jam tangan. Ada yang berukuran besar (sehingga tidak nyaman dipakai kalau bukan untuk menyelam), ada yang cukup kecil seperti jam tangan.

Sebelum ada divecomp, untuk mengetahui lama penyelaman di dalam air, dulu orang biasa pakai jam khusus untuk menyelam. Jam tersebut sama saja fungsinya dengan jam tangan untuk di darat, tapi memiliki wadah (casing) yang tahan tekanan di dalam air. Tapi ya itu, fungsinya hanya terbatas untuk melihat lama waktu penyelaman saja, tidak dapat menampilkan informasi temperatur air, berapa kecepatan naik atau turun saat menyelam, dan lain-lain.

Sejalan dengan kemajuan teknologi penyelaman dalam menghitung algoritma penyelaman dan teknologi elektronika, maka kemudian terciptalah divecomp ini. Namanya saja komputer, jelas fungsinya bukan cuma untuk melihat jam saja. Lebih dari jam selam biasa, divecomp memiliki fungsi input, analisis, dan output perhitungan. Dari segi input, penggunanya dapat memasukkan data atau setting sesuai dengan keinginannya secara manual, misal:

- memilih satuan perhitungan dalam metric (meter/celcius) atau imperial (feet/fahrenheit)
- berapa lama rencana waktu maksimum penyelaman (bottom time)
- berapa kedalaman maksimal yang direncanakan (maximum depth)
- apa jenis penyelaman yang hendak dilakukan, free-dive atau scuba-dive,
- apa jenis gas yang dipakai, udara biasa, nitrox, atau trimix
- profil dari penyelam yang bersangkutan, misal penyelam dengan kondisi kesehatan (dapat juga mewakili kondisi lingkungan) yang baik diwakili dengan nilai P1, sedangkan pada kondisi yang kurang baik diwakili nilai P2.

Selain data manual tadi, setiap divecomp juga memiliki sensor sensitif yang dapat memberi input secara otomatis selama berlangsungnya penyelaman, seperti:
- kapan penyelam mulai masuk ke dalam air (start bottom time)
Suunto HelO2 - Bubblemakerscuba.com- seberapa cepat penyelam turun (descent) dan naik (ascent) selama di dalam air
- berapa dalam penyelam turun ke bawah
- temperatur dalam air

Berdasarkan dua jenis input data tadi, manual dan otomatis, divecomp akan memproses data tersebut. Beberapa data hasilnya dapat terlihat secara langsung di tampilan layar divecomp, sementara sebagian data lain baru dapat diketahui setelah penyelam menyelesaikan penyelamannya tersebut dan keluar dari air.  .... lanjut ke Dive Computer - don't go dive without it (2)


Beli Divecomp  Online - Dive Computer - don't go dive without it (2)

Sabtu, 01 Januari 2011

Bubblemakers Dive Center


Sekilas Tentang Bubblemakers

Bubblemakers Dive Center
Bubblemakerscuba.com
Bubblemakers pada awalnya bernama Bubblemakers Pro Dive Shop, karena diawali dengan misi untuk menjadi penyedia perlengkapan selam scuba maupun freediving. Sejak awal kami ingin berbeda dengan toko yang lain, di mana koleksi barang kami tidak hanya menjual fins dan mask selam saja, namun perlengkapan scuba lengkap serta merupakan produk dari merek yang sudah dikenal di dunia sebagai merek peralatan selam yang handal.

Sejalan dengan masih kurangnya informasi dunia selam, terutama di Makassar, Sulawesi Selatan, maka pengunjung yang datang berusaha kami edukasi dengan pengetahuan yang lebih, baik mengenai peralatan dan dunia penyelaman pada umumnya. Selain karena dunia selam rekreasi masih belum meluas, juga karena tidak dapat dipungkiri informasinya lebih banyak yang berbahasa non-Indonesia.

Setelah beberapa waktu berjalan, Bubblemakers yang tadinya hanya berjualan peralatan dan mengadakan pelatihan selam, kemudian dipercaya menjadi Authorized PADI Dive Center. Pengesahannya dilakukan langsung oleh Regional Manager PADI Indonesia pada saat itu, Emma Hewitt. Nama Bubblemakers Pro Dive Shop pun kini dikenal juga sebagai Bubblemakers Dive Center.

Untuk mendukung eksistensi kami di dunia maya, maka kami pun membangun website www.bubblemakerscuba.com untuk memperkenalkan diri kami lebih luas. Berkat dukungan teman-teman kami, principal, kolega, murid-murid, pelanggan, dan banyak pihak yang telah mendukung kami, kini Bubblemakers dapat lebih banyak melayani kebutuhan penyelam dengan lebih baik, seperti:
- penjualan peralatan scuba lengkap berikut asesorisnya
- penyewaan peralatan scuba lengkap berikut asesorisnya
- pelatihan dan sertifikasi selam PADI (Professional Association of Diving Instructor)
- pelatihan EFR (Emergency First Response)
- servis (perbaikan/tuning/setting) peralatan selam
- seminar yang terkait scuba diving
- penyewaan kendaraan untuk transportasi darat bagi para penyelam dan turis pada umumnya
- penginapan dengan harga kompetitif untuk traveler

Silakan catat nomor kontak kami di bawah, siapa tahu kita dapat bekerja sama atau menyelam bersama ... :-)

Alamat : Jalan Baji Gau 3 Nomor 14, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia, 90134
Telepon/SMS : (62-852) 983-14324
Website          : www.bubblemakerscuba.com 
Email             : bubblemakerscuba@gmail.com
Facebook       : bubblemakerscuba
Twitter           : @bubble_mks