Sabtu, 17 Agustus 2013

17 Agustusan di Bawah Air (Bagian 1)

Ramadhan sudah lewat... 17 Agustus mendekat, Hari Kemerdekaan Indonesia. Oleh karena berbeda-beda tempat kerja dan sekolah, sementara kita semua sama-sama hobi menyelam, jadi kenapa nggak menyelam sambil merayakan 17 Agustus di bawah air? Itu ide dasarnya.

Jadi diputuskanlah kita mengadakan trip kecil-kecilan ke Pulau Samalona dan Kodingareng Keke untuk merayakan Hari Kemerdekaan RI. Selain menghabiskan waktu libur, bermain bersama keluarga, plus menyelam :-).

Berhubung musim angin timur sudah berlangsung, pada jam-jam tertentu ombak sudah cukup tinggi untuk membuat perjalanan menjadi tidak nyaman, terutama bagi mereka yang jarang ke laut dan anak-anak kecil yang ikut. Jadi diputuskan berangkat pagi jam 7 dan kembali ke Makassar sekitar jam 1 siang. Total 2 kali penyelaman. Tujuan penyelaman adalah Kodingareng Keke karena jarak pandang yang biasanya lebih baik daripada Samalona. Namun apabila cuaca kurang mendukung, disepakati pada penyelaman kedua dilakukan di Samalona.

Berikut foto-fotonya saat berangkat dari Makassar hingga upacara di bawah air....


bubblemakerscuba.com makassarbubblemakerscuba.com makassarbubblemakerscuba.com PADI Dive Center @ makassarbubblemakerscuba.com PADI Dive Center @ makassar
bubblemakerscuba.com PADI Dive Center @ makassar bubblemakerscuba.com makassar bubblemakerscuba.com PADI Dive Center @ makassar

bubblemakerscuba.com PADI Dive Center @ makassar bubblemakerscuba.com PADI Dive Center @ makassar bubblemakerscuba.com PADI Dive Center @ makassarbubblemakerscuba.com PADI Dive Center @ makassarbubblemakerscuba.com PADI Dive Center @ makassar
bubblemakerscuba.com PADI Dive Center @ makassar bubblemakerscuba.com PADI Dive Center @ makassar bubblemakerscuba.com PADI Dive Center @ makassar bubblemakerscuba.com PADI Dive Center @ makassar
Foto bareng sebelum games bawah air, DIRGAHAYU INDONESIA ....MERDEKA...!!!
bubblemakerscuba.com makassarbubblemakerscuba.com PADI Dive Center @ makassarbubblemakerscuba.com PADI Dive Center @ makassar bubblemakerscuba.com PADI Dive Center @ makassar
bubblemakerscuba.com PADI Dive Center @ makassar bubblemakerscuba.com makassar bubblemakerscuba.com PADI Dive Center @ makassar


Lanjut ke "17 Agustusan di Bawah Air (Bagian 2)"

Senin, 29 Juli 2013

Nite Dive di Samalona

Siapa yang belum pernah menyelam malam, aka night dive?

Buat pencinta fotografi bawah air, kesempatan menyelam malam jarang sekali dilewatkan, soalnya banyak binatang nokturnal yang bentuknya unik. Btw, apa itu nokturnal? Nokturnal adalah jenis hewan yang mencari makan pada saat malam hari, sementara di siang hari mereka tidur. Kalau di darat mungkin contohnya adalah burung hantu, kelelawar, kuskus, dan tikus. Kebalikannya disebut diurnal, yaitu hewan yang aktif saat terang (siang hari) dan istirahat saat gelap (malam hari).

Naah, pertengahan Ramadhan kemarin, beberapa kawan mengajak untuk nite-dive dan juga menemani beberapa teman yang hendak nite-dive untuk menyelesaikan program PADI Advance Open Water mereka. Bagi yang belum tahu, nite-dive ini dalam kurikulum PADI dimasukkan dalam bagian Adventure Dive. Mereka yang telah memiliki sertifikasi Open Water Scuba diperbolehkan mengikuti jenis penyelaman ini. Ini karena dengan pengalaman di kelas Open Water Scuba yang telah mereka peroleh, semestinya penyelam tidak lagi disibukkan dengan alat yang mereka pakai, namun sudah fokus pada kondisi lingkungan penyelaman. Apalagi ditambah suasana atas dan bawah air yang gelap, di mana sinar bantu hanya dari senter bawah air dan sinar bulan.

Jadilah setelah sholat tarawih, kita gear up dan langsung berangkat ke dermaga untuk menuju ke Samalona. Cuaca relatif bagus, berangin dingin seperti biasa, tidak berombak, tidak ada arus. Kurang lebih sekitar jam 11 malam kita masuk ke air dan selesai menyelam sekitar jam 1 pagi.

Cukup infonya, berikut beberapa foto yang berhasil diambil di bawah air...
(Seperti biasa, layangkan (hover) kursor mouse di atas gambar untuk memperbesar)

bubblemakerscuba.com makassarbubblemakerscuba.com PADI Dive Center @ makassarbubblemakerscuba.com PADI Dive Center @ makassar bubblemakerscuba.com PADI Dive Center @ makassar
bubblemakerscuba.com PADI Dive Center @ makassar bubblemakerscuba.com makassar bubblemakerscuba.com PADI Dive Center @ makassar

Minggu, 21 Juli 2013

Kristal Garam, Musuh Besar Para Penyelam

Mumpung saat bulan Ramadhan frekuensi jadwal menyelam menurun, bagus juga nih kayaknya periksa-periksa peralatan selam.

bubblemakerscuba.com makassar aqualung wave power inflator
Oya, Bubblemakers sebagai Authorized PADI Dive Center memiliki beberapa alat yang sering digunakan para staf, murid peserta training, dan kadang penyelam yang hendak menyewa peralatan selam. Salah satu alat tersebut adalah buoyancy compensator device atau sering disingkat BCD. Kita di sini hanya akan fokus pada salah satu alat kecil yang berada di dalam komponen power inflator, yaitu valve core. Lihat foto di kiri atas, Power Inflator adalah komponen yang berfungsi untuk mengisi BCD dengan udara baik dari tangki ataupun ditiup manual, biasanya berupa selang memanjang dari klep/valve di bahu kiri atas dan menjuntai ke bawah, penyelam mengoperasikannya dengan menekan tombol deflator/inflator untuk mengembang kempiskan BCD. BCD yang dibahas di sini adalah merek Aqualung tipe Wave.

bubblemakerscuba.com makassar aqualung wave power inflator
Aqualung menyebut komponen power inflator pada BCD tersebut dengan New Powerline Inflator. Di dalamnya terdapat komponen yang bernama valve core, semacam pentil di ban mobil untuk mengatur keluar masuknya udara, di mana bila tombol inflator ditekan maka pentil ini akan tertekan (membuka) sehingga udara dapat masuk. Setelah udara masuk ke dalam kantong udara BCD, supaya udara tidak keluar balik, maka tutup pentil yang memiliki pegas/per akan kembali ke tempat semula.

Di kelas PADI Open Water, murid selalu diajarkan untuk mencuci alat setelah menyelam dengan membilasnya di air tawar, luar dan dalam. Selain itu diajarkan pula kemungkinan adanya pasir yang masuk ke dalam power inflator sehingga dapat menyebabkan macet, yang berakibat pentil tidak dapat berfungsi baik, entah pada posisi membuka yang berarti udara masuk ke BCD terus, atau posisi menutup sehingga tidak dapat diisi udara. Bahaya terbesarnya adalah bila posisi membuka, di mana penyelam ada kemungkinan naik ke permukaan dengan cepat, melebihi batas kecepatan yang direkomendasikan. Artinya.... alamat kena dekompresi... fiiiuuuuh gawat.

Kembali ke BCD yang hendak diperiksa, ada 2 buah dan rata-rata umurnya belum ada 6 bulan. Pemakaian sekitar 10-20 kali ke laut dan selalu dibilas luar dalam dengan air tawar rutin setelah menyelam. Tidak ada masalah sama sekali, bocor, macet, atau apa lah. Pokoknya kondisinya sempurna. Kalau mengacu ke standar pabrik, alat mesti di-servis kalau sudah dipakai 100 kali atau setiap 1 tahun. Bila dipakai cukup sering boleh juga diperiksa lebih cepat/sering sebagai tindakan pencegahan. Artinya BCD tersebut belum banyak dipakai kan ya, baru sekitar10-20%. Kenapa dipilih 2 BCD tersebut? yaa sekedar ingin tahu saja, semestinya karena relatif baru, belum sering dipakai, dan rutin dibilas, semestinya bersih luar dalam kan yaa... :-D

Oleh karena tim Bubblemakers juga sudah memperoleh training khusus dari Aqualung, maka komponen dibuka satu per satu, dengan alat khusus (tools) tentunya. Berikut foto penampakan kedua valve core tersebut setelah dibuka. (geser kursor mouse ke atas gambar untuk memperbesar gambar)

bubblemakerscuba.com makassar aqualung wave power inflatorbubblemakerscuba.com makassar aqualung wave power inflatorbubblemakerscuba.com makassar aqualung wave power inflatorbubblemakerscuba.com makassar aqualung wave power inflator

Foto dilihat dari kiri ke kanan, foto pertama (paling kiri) dan kedua merupakan valve core pertama, sama barangnya hanya beda sudut pengambilan foto. Foto ketiga dan keempat (paling kanan) adalah valve core yang kedua.

Perhatikan kerak warna putih yang menutupi bagian ujungnya, itu adalah kristal garam yang mengeras. Jelas kristal garam bukan bagian dari komponen valve core tersebut, tapi benda asing yang menempel di situ. Sesuai petunjuk pabrik, pertama coba direndam di air tawar beberapa menit, tidak ada perubahan. Kemudian disikat pelan-pelan, tidak pengaruh banyak. Oleh karena susah dibersihkan, kita anggap saja kategori bandel, terpaksa deh jurus pamungkas dipakai. Bersihkan pakai teknologi canggih, pembersih ultrasonic plus cairan khususnya. Cukup dimasukkan dalam larutannya, setel temperaturnya, kemudian set timernya sekitar 30 menit, biar sekalian bisa baca koran sebentar :-). Setengah jam selesai, "tiing..." terdengar bunyi timernya. Jreeenng..... Kita lihat hasilnya di foto berikut:

bubblemakerscuba.com makassar aqualung wave power inflatorbubblemakerscuba.com makassar aqualung wave power inflatorbubblemakerscuba.com makassar aqualung wave power inflator

Kristal garam yang ada sekarang sudah hilang, bersih kinclong seperti semestinya penampilan logam. Bahkan kristal garam yang ada di celah-celah dan lubang valve core, yang sulit dibersihkan dengan cara manual, kini telah bersih.

Apa pelajaran yang dapat kita tarik?
Benar seperti yang diinstruksikan oleh pabrik pembuatnya, alat selam mesti di-servis bila maksimum mencapai 100 kali dive atau umur setahun, atau kurang dari waktu itu bila lebih sering dipakai. Memang sebelum 100 kali dive atau setahun, belum tentu ada masalah di peralatan, bahkan lebih dari itu jarang terjadi masalah. Namun dari fakta di atas, jelas terlihat walau belum mencapai masa 100 kali pakai dan dibersihkan rutin saja kristal garam sudah terbentuk, bagaimana dengan saat servis 100 kali pakai? atau bila 2 tahun tidak pernah di-servis? ... jangan deeh,

....segera kontak Service Center Alat Selam di Bubblemakers untuk janji servis :-), sebelum kenapa-napa

Kamis, 16 Mei 2013

PADI Open Water Diver Course with Telkomsel Team

PADI Open Water Scuba Diver Course - Telkomsel

Tertarik dengan program PADI Open Water Scuba Diver, sejumlah pegawai Telkomsel Makassar bersama-sama mengikuti program ini di Bubblemakers PADI Dive Center di Makassar. Erlin, Edu, Cika, Laode, Giri, dan Arfan, yang berasal dari departemen yang berbeda janjian untuk ikut bersama. Kelas teori pun digelar.

bubblemakerscuba.com makassarbubblemakerscuba.com makassarbubblemakerscuba.com makassar bubblemakerscuba.com makassar
bubblemakerscuba.com makassar bubblemakerscuba.com makassar bubblemakerscuba.com makassar bubblemakerscuba.com makassar
Kelas teori selesai, tim bergerak ke Bubblemakers untuk mencoba alat dasar, untuk persiapan lanjutan simulasi confined-water di kolam renang. Pada hari H, Makassar hujan deras sekali, hampir saja acara dibatalkan. Tetap semangat 45 diputuskan pindah ke lokasi kolam renang lain. Jadilah kita praktek di kolam renang Baji Gau.

bubblemakerscuba.com makassarbubblemakerscuba.com makassarbubblemakerscuba.com makassar bubblemakerscuba.com makassar
bubblemakerscuba.com makassar bubblemakerscuba.com makassar bubblemakerscuba.com makassar


Senin, 25 Februari 2013

11 Fungsi Dive Computer untuk Penyelam atau Freediver

11 Fungsi Dive Computer untuk Penyelam atau Freediver


Buddies, tau apa fungsi Divecomp buat seorang penyelam atau freediver?


 Suunto Zoop Novo. Bubblemakerscuba.com             Suunto D4i Novo. Bubblemakerscuba.com



1. Komputer utk menghitung Non-Decompression-Limit, untuk tahu brapa lama kita boleh dive di kedalaman tertentu.
2. Memberi info kapan kita mesti safety/deep stop serta mesti berapa lama.
3. Menghitung berapa sisa nitrogen dalam tubuh, berapa saturated/jenuh nitrogen dalam tubuh.
4. Menghitung no-fly-time, berapa jam kita mesti menunda penerbangan dan kapan kita boleh naik pesawat setelah diving.
5. Membuat profile diving si diver, bagus utk pemula yg sering naik turun bouyancynya, biar makin baik.
6. Menghitung berdasarkan nitrox, udara biasa, atau bahkan gas lain, atau gabungannya...yummy
7. Dive log book digital
8. Depth alarm - alarm akan bunyi saat kita mencapai max depth yg kita set
9. Diving Time alarm - alarm akan bunyi saat kita mencapai max waktu yg kita set
10. Buat gaya, diver gitu loooh, masa ke mall spg dikalungin di leher, mending pake divecomp imut laa yauw..
11. Trend diver gaul.... :-P, ada warna pink jebret, ijo dangdut, kuning kinclong, putih ehem, biru laut, item dof, merah mejeng...:-D. Ini yang Suunto D4i..


Suunto D6i Novo Zulu Khusus Instruktur. Bubblemakerscuba.com           Suunto Vyper Novo. Bubblemakerscuba.com



Fungsi tambahan

- Depthtgauge, utk mengetahui kedalaman air dari permukaan
- Thermometer, ngukur suhu air
- Kompas, penunjuk arah
- Transmitter, utk tau sisa gas di tangki, melalui divecomp, wireless.
- Jam, biar tau kapan sinetron favorit bakal mulai :-D
- Stopwatch, biar tau mana yang lebih cepat, kamu atau shark kalo berenang 100 meter :-)
- Alarm jam, biar gak telat bangun ntar ditinggal org2
- dll

Fungsi yg belom ada:
- mp3 player, buat sambil nunggu buddy yg lg motret bargibanti...betee
- kamera/video kayak GoPro
- cermin, buat ngaca
- sms/mms/ apalagi whatsapps
- wifi, buat update status facebook
- memori, buat nyimpen foto

Ok gitu dulu...
mampir-mampir yaa...siapa tau ada yang nyangkut :-)

Salam Selam
Bubblemakers
https://bukalapak.com/bubblemakerscuba
https://tokopedia.com/bubblemakers




Jumat, 02 Desember 2011

Penyakit Dekompresi (decompression illness)

Penyakit Dekompresi Menjadi Momok Menakutkan Bagi Penyelam
(http://www.bubblemakerscuba.com/documents/artikel_dekompresi_100.html)

Penyakit Dekompresi adalah suatu keadaan yang paling harus dihindari oleh setiap penyelam. Secara sederhana dekompresi dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan medis dimana akumulasi nitrogen yang terlarut setelah menyelam membentuk gelembung udara yang menyumbat aliran darah serta system syaraf. Akibat dari kondisi tersebut maka timbul gejala yang mirip sekali dengan stroke, dimana akan timbul gejala-gejala seperti mati rasa (numbness), paralysis (kelumpuhan), bahkan kehilangan kesadaran yang bisa menyebabkan meninggal dunia.

Saat kita menyelam, akibat terjadinya peningkatan tekanan, maka udara yang kita hirup lebih banyak dari biasanya. Seperti kita ketahui bahwa udara yang kita hirup saat menyelam adalah mayoritas Oksigen dan Nitrogen. Peningkatan oksigen yang dihirup akan berdampak positif bagi metabolisme tubuh, namun gas nitrogen tidak digunakan oleh tubuh kita. Maka akibatnya, gas Nitrogen akan terakumulasi didalam tubuh penyelam proporsi dengan durasi menyelam dan kedalaman penyelaman. Dengan kata lain, semakin dalam kita menyelam, semakin lama kita menyelam, maka akumulasi nitrogen di dalam tubuh penyelam akan semakin banyak.

Tubuh manusia adalah obat yang paling manjur bagi dirinya sendiri, tubuh kita memiliki kemampuan menetralisir zat beracun dengan sendirinya. Begitu pula saat tubuh kita mengalami kelebihan nitrogen dalam jumlah yang wajar, tubuh kita bisa me-netralisir dengan sendirinya dalam waktu yang relatif singkat melalui proses respirasi (pernafasan). Sepanjang kita tidak menyelam terlalu lama dan tidak terlalu dalam, serta naik perlahan-lahan sehabis menyelam, maka nitrogen tersebut bukan menjadi masalah.

Masalah terjadi, bila kita naik dengan cepat dari kedalaman tertentu ke permukaan air. Hal ini akan sama kondisinya dengan botol bir yang kita kocok lalu kita buka tutupnya. Nitrogen yang sudah ter-akumulasi didalam cairan tubuh penyelam akan dilepas dalam bentuk gelembung udara (buih) akibat dari penurunan tekanan secara drastis. Buih-buih inilah yang akan menyumbat aliran darah maupun sistem syaraf tubuh manusia. Akibatnya bisa sangat fatal, mirip dengan stroke.


decompression chamberHukum Fisika yang paling mendasari teori dekompresi adalah Hukum Henry, dimana hukum tersebut menyebutkan bahwa pada sebuah bejana yang berisi air dan udara, bila tekanan udara ditingkatkan maka akan terjadi pelarutan udara kedalam zat cair tersebut proporsi seiring dengan peningkatan tekanan udara. Saat tekanan dalam bejana tersebut sudah cukup tinggi, apabila tekanan udara dikurangi secara perlahan-lahan, maka gas yang terlarut akan dibebaskan secara perlahan kembali ke udara tanpa membentuk gelembung udara. Lain halnya bila tekanan tersebut dikurangi secara cepat, maka udara yang terlarut didalam zat cair akan dibebaskan secara cepat pula, dan membentuk gelembung udara seperti air mendidih.



Teori lainnya yang mendukung teori dekompresi adalah Hukum Boyle, yang menyebutkan bahwa semakin tinggi tekanan udara, maka kepadatan molekul udara akan semakin padat pada volume yang sama. Contoh, jika dipermukaan air kita ada sebuah balon yang berukuran 1 Liter berisi satu juta molekul gas, maka pada kedalaman 30 meter, 1 Liter balon gas tersebut akan akan berisi 4 juta molekul gas. Hal ini berarti bahwa semakin dalam kita menyelam maka kita menghirup lebih banyak molekul gas ketimbang saat kita tidak menyelam.

Gejala-gejala dekompresi dibagi menjadi 2 jenis, yaitu tipe pain-only yang relatif lebih ringan biasanya menimbulkan rasa sakit di persendian, sakit kepala, gatal-gatal di kulit. Dekompresi yang lebih parah biasanya terjadi jika kita melanggar berat aturan durasi dan kedalaman menyelam atau naik ke permukaan dengan cepat. Dekompresi type 2 ini gejalanya bisa lebih serius meliputi kelumpuhan, kehilangan kesadaran (pingsan), mati rasa, bahkan kematian.

Mengkonsumsi alkohol, keletihan, faktor obesitas, usia, dll. dapat juga meningkatkan resiko dekompresi, namun selama aturan penyelaman pokok yang meliputi naik perlahan-lahan, batas-batas kedalaman, dan batas durasi penyelaman tidak kita langgar, maka kecil sekali kemungkinan menderita dekompresi type 2.

Gejala-gejala Dekompresi biasanya timbul sesaat setelah menyelam atau tertunda sampai maksimal 48 jam. Gejala dekompresi tidak mungkin terjadi setelah melewati 48 jam setelah diving atau setelah naik pesawat, karena dalam waktu sekian lama tubuh sudah menetralisir akumulasi nitrogen akibat menyelam. Dekompresi bukan penyakit menular, dekompresi bukan penyakit menahun, dan teori ini tidak akan pernah berubah.

Nitrogen didalam tubuh kita sehabis menyelam secara umum akan dinetralisir secara sempurna dalam waktu 12 - 24 jam tergantung profil menyelam kita. Bila didalam tubuh kita masih ada akumulasi nitrogen, lalu kita naik pesawat terbang, maka dekompresi masih bisa terjadi akibat perbedaan tekanan udara di permukaan laut dan di ketinggian jelajah pesawat terbang. Oleh sebab itu tunggulah sedikitnya 18 jam sehabis menyelam sebelum naik pesawat terbang.

Pada penyelaman normal, secara umum akumulasi nitrogen sudah dinetralisir secara sempurna dalam waktu kurang dari 24 jam sehabis menyelam. Keadaan tertentu mungkin membutuhkan waktu sampai 48 jam. Jika anda sudah naik pesawat setelah menyelam dan tidak mengalami apa-apa, berarti tubuh anda sudah bebas nitrogen. Anda tidak mungkin mengalami dekompresi lebih dari 48 jam setelah anda turun dari pesawat setelah trip menyelam. Perlu diketahui bahwa, banyak sekali kondisi medis lain yang mirip dengan gejala dekompresi, gunakan logika dalam meng-identifikasi kelainan medis, jika perlu berkonsultasilah dengan ahli medis.



Dekompresi dapat dihindari dengan selalu menaati standard prosedur yang tertuang pada Recreational Dive Planner (RDP) atau dive computer, anda akan mempelajari hal tersebut pada training selam anda. Naik ke permukaan secara perlahan-lahan sehabis menyelam dengan kecepatan 18 meter dalam 1 menit. Semua bahaya Scuba diving dapat dihindari hanya dengan hal yang sangat mudah.

Jika dekompresi tidak dapat dihindari dan terjadi pada penyelam, berilah oksigen murni (100%) pada penyelam yang menunjukan gejala dekompresi sehabis menyelam, hubungi Rumah Sakit yang memiliki fasilitas Hyperbarik (Recompression Chamber). Segera evakuasi korban ke fasilitas hyperbarik terdekat. Gejala-gejala Dekompresi tidak akan membaik sampai si korban mendapatkan terapi hiperbarik.

Didalam Recompression chamber (Hyperbarik), si pasien akan dimasukan kedalam tabung besar, dimana tekanan udara akan ditingkatkan kembali seperti sewaktu kita menyelam. Dengan demikian buih-buih nitrogen yang menyumbat didalam aliran darah akan kembali melarut didalam darah, dan di netralisir secara alamiah oleh tubuh melalui proses pernafasan.




Sumber: http://www.bubblemakerscuba.com/documents/artikel_dekompresi_100.html